Resume hari pertama
Resume materi Day 1
Pemateri pertama : Prof.Yudi Latif.MA,Ph.D Ketua Pusat studi Islam & Kenegaraan Indonesia
Tema: Kehidupan berbangsa,bernegara,jati diri bangsa,dan pembinaan kesadaran bela negara
Kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia saat ini mengalami pergeseran atau perubahan di semua sendi kehidupan yang sangat mengkhawatirkan. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan suatu konsepsi, kemauan, dan kemampuan yang kuat untuk menopang kebesaran, keluasan, dan kemajemukan keindonesiaan.
Yang menentukan besar kecilnya bangsa bukan dilihat dari seberapa besar atau luas wilayahnya dan seberapa banyak penduduknya namun dilihat dari kualitas manusianya.
Untuk itu yang harus kita kembangkan adalah bagaimana kita menyatukan keragaman karna negara kita memiliki banyak sekali keragaman cara yang dapat kita ambil yaitu :
1. Mengembangkan jaring jaring silaturahmi
Kita harus bisa menghormati orang" yang berbeda dengan kita, karna yang asing bukan kita jauhi tapi yang asing itulah yang harus kita kenali
2. Mengembangkan jaring jaring konektivitas dan inklusivitas
Menghormati perbedaan agar keragaman tidak menjadi permasalahan, mengembangkan jaring jaring konektivitas dan inklusivitas sangat penting dengan di ikat dengan nilai integritas agar semua orang merasa saling percaya dan Pancasila digunakan sebagai titik temu keragaman bukan malah menjadi titik pecah keragaman
Pemateri kedua: Erisandy Yudistira (Priority banking manager Bank mandiri)
Tema: penguatan literasi keuangan dan kesejahteraan mahasiswa
Literasi keuangan yang kuat merupakan fondasi krusial bagi kesejahteraan mahasiswa, tidak hanya selama masa kuliah tetapi juga jauh setelahnya. Berikut adalah pembahasan komprehensif mengenai pentingnya, strategi penguatan, dan dampaknya terhadap kesejahteraan mahasiswa:
I. Mengapa Literasi Keuangan Mahasiswa Penting?
Masa Transisi Kritis: Mahasiswa seringkali pertama kali mengelola keuangan secara mandiri (uang saku, beasiswa, gaji part-time), jauh dari pengawasan langsung orang tua.
Tantangan Finansial Khas Mahasiswa:
Biaya kuliah yang tinggi dan terus meningkat.
Biaya hidup (kos, makan, transport, buku).
Keterbatasan sumber penghasilan tetap.
Tekanan sosial untuk konsumsi (gadget, gaya hidup, hiburan).
Potensi terjerat utang (pinjol, kredit tanpa agunan, KTA).
Dampak Langsung pada Kesejahteraan:
Kesejahteraan Finansial: Menghindari utang berlebihan, mampu memenuhi kebutuhan dasar, memiliki dana darurat, mulai menabung/investasi.
Kesejahteraan Akademik: Mengurangi stres finansial yang bisa mengganggu konsentrasi belajar dan prestasi akademik.
Kesejahteraan Mental & Emosional: Mengurangi kecemasan, depresi, dan masalah kesehatan mental yang sering dipicu oleh masalah uang.
Kesejahteraan Masa Depan: Membangun fondasi kebiasaan keuangan sehat untuk mencapai tujuan jangka panjang (rumah, investasi, pensiun).
II. Strategi Penguatan Literasi Keuangan Mahasiswa
Penguatan ini memerlukan pendekatan multi-pihak dan berkelanjutan:
Peran Perguruan Tinggi (Kampus):
Integrasi ke Kurikulum: Menyisipkan materi literasi keuangan dalam mata kuliah wajib (misal: Pengantar Ekonomi, Kewirausahaan) atau mata kuliah pilihan khusus (Manajemen Keuangan Pribadi, Perencanaan Investasi).
Workshop & Seminar Reguler: Mengadakan sesi interaktif dengan topik spesifik:
Pengelolaan anggaran & cash flow.
Memahami utang (pinjaman pendidikan, pinjol, KKT).
Dasar-dasar investasi (reksa dana, saham, emas) untuk pemula.
Perlindungan asuransi (kesehatan, jiwa).
Pengenalan e-wallet & transaksi digital yang aman.
Menghindari penipuan keuangan.
Layanan Konseling Keuangan: Menyediakan konsultan keuangan (bisa internal atau kolaborasi dengan profesional eksternal) untuk konsultasi personal secara gratis atau terjangkau.
Platform Digital: Mengembangkan aplikasi atau portal kampus dengan:
Kalkulator anggaran & pinjaman.
Modul pembelajaran online (video, infografis, artikel).
Simulasi investasi.
Informasi beasiswa & pembiayaan kuliah.
Kolaborasi dengan Pihak Eksternal: Menggandeng OJK, Bank Indonesia, lembaga keuangan (bank, fintech), atau komunitas profesional untuk memberikan materi dan sumber daya.
Inisiatif Mahasiswa & Komunitas:
Klub/Komunitas Literasi Keuangan: Membentuk wadah bagi mahasiswa yang antusias untuk belajar bersama, berbagi pengalaman, dan mengadakan aktivitas (diskusi, webinar, kompetisi).
Program Mentoring: Mahasiswa senior atau alumni yang berpengalaman bisa menjadi mentor bagi mahasiswa junior dalam mengelola keuangan.
Kampanye Kesadaran: Menggunakan media sosial kampus atau komunitas untuk menyebarkan tips, infografis, dan cerita inspiratif tentang manajemen keuangan yang sehat.
Peran Individu (Mahasiswa):
Proaktif Mencari Informasi: Memanfaatkan sumber daya yang tersedia (perpustakaan, internet terpercaya, workshop kampus).
Menerapkan Pengetahuan: Mulai membuat anggaran pribadi, mencatat pengeluaran, menabung secara konsisten (meski kecil), dan menghindari utang konsumtif.
Membangun Jaringan: Bergabung dengan komunitas atau mencari mentor untuk berdiskusi dan bertanya.
Mengembangkan Mindset: Menumbuhkan kesadaran bahwa literasi keuangan adalah investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih baik.
III. Dampak Penguatan Literasi Keuangan terhadap Kesejahteraan Mahasiswa
-Peningkatan Kesejahteraan Finansial:
Mahasiswa mampu mengelola uang saku/beasiswa dengan lebih efektif.
Penurunan tingkat utang konsumtif yang tidak produktif.
Munculnya kebiasaan menabung dan mulai berinvestasi dini.
Kesiapan menghadapi biaya tak terduga (dana darurat).
- Peningkatan Kesejahteraan Akademik:
Penurunan tingkat stres terkait uang, sehingga fokus belajar meningkat.
Potensi peningkatan IPK dan kelulusan tepat waktu.
Kemampuan membuat keputusan finansial yang lebih baik terkait pembiayaan studi lanjut.
-Peningkatan Kesejahteraan Mental & Emosional:
Penurunan gejala kecemasan dan depresi yang berhubungan dengan masalah keuangan.
Peningkatan rasa percaya diri dan kontrol atas hidup.
Hubungan sosial yang lebih harmonis (kurang konflik karena uang).
-Peningkatan Kesejahteraan Masa Depan:
Lulus dengan beban utang yang lebih terkendali (jika ada).
Memulai karir dengan fondasi keuangan yang lebih kuat (tidak "nol besar").
Kesiapan untuk merencanakan dan mencapai tujuan hidup jangka menengah dan panjang (rumah, nikah, investasi, pensiun).
Menjadi anggota masyarakat yang finansial mandiri dan berkontribusi.
Pemateri ketiga: Prof.Kacunf Marijan,Drs,MA.,Ph.D(Wakil Rektor 1 UNUSA)
Tema: Strategi membutuhkan Critical Thinking Ability untuk menemukan solusi terbaik
Afiliasi: UNUSA adalah perguruan tinggi swasta di Surabaya, Jawa Timur, yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia. Nilai-nilai ke-NU-an (moderasi, toleransi, kearifan lokal) menjadi dasar pengembangan keilmuan dan karakter.
Visi & Misi: Umumnya fokus pada mencetak lulusan yang unggul, berakhlak mulia, dan berkontribusi pada pembangunan bangsa dengan memadukan keilmuan universal dan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja).
Status: Terakreditasi oleh BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi).
2. Struktur Akademik
Fakultas dan Program Studi: UNUSAmenyelenggarakan pendidikan melalui berbagai fakultas. Contoh program studi yang umumnya ada (perlu dicek di website resmi untuk update):
Fakultas Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter, Profesi Dokter.
Fakultas Kesehatan Masyarakat: S1 Kesehatan Masyarakat.
Fakultas Ilmu Kesehatan: S1 Keperawatan, S1 Farmasi, D3 Kebidanan, Profesi Ners.
Fakultas Sains dan Teknologi: S1 Teknik Informatika, S1 Biologi.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis: S1 Manajemen, S1 Akuntansi.
Fakultas Agama Islam: S1 Pendidikan Agama Islam, S1 Ekonomi Syariah, S1 Perbankan Syariah.
Fakultas Psikologi: S1 Psikologi.
Fakultas Hukum: S1 Ilmu Hukum.
Jenjang Pendidikan: Menawarkan program:
Sarjana (S1): Durasi 4 tahun (8 semester).
Profesi: Untuk bidang kesehatan (Dokter, Ners, Apoteker) setelah S1.
Diploma (D3): Durasi 3 tahun (6 semester), misalnya D3 Kebidanan.
3. Sistem Pembelajaran
Sistem Kredit Semester (SKS): Sistem utama di UNUSA, sesuai standar nasional.
1 SKS: Setara dengan 50 menit aktivitas per minggu selama 1 semester (16 minggu), mencakup tatap muka, tugas, ujian, dan studi mandiri.
Beban Studi: Rata-rata 20-24 SKS per semester untuk S1.
Kurikulum:
Kurikulum Nasional: Mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
Kurikulum Khas UNUSA: Mengintegrasikan nilai-nilai Aswaja dan ke-NU-an (misal: mata kuliah Ke-NU-an, Bahasa Arab, Pendidikan Agama Islam dengan perspektif Aswaja) ke dalam berbagai program studi, termasuk non-keagamaan.
Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM): Implementasi program pemerintah untuk fleksibilitas pembelajaran (magang, pertukaran pelajar, proyek di desa, dll).
Metode Pembelajaran: Kombinasi:
Tatap Muka (Offline): Kuliah, praktikum (khususnya kesehatan), diskusi.
Blended Learning: Perpaduan offline dan online (menggunakan LMS seperti Moodle, Google Classroom, atau platform UNUSA).
Student-Centered Learning: Mendorong partisipasi aktif mahasiswa, diskusi, presentasi, dan penelitian sederhana.
Penilaian: Berdasarkan:
UTS (Ujian Tengah Semester)
UAS (Ujian Akhir Semester)
Tugas Individu/Kelompok
Kehadiran & Partisipasi
Praktikum/Projek
Indeks Prestasi (IP): Skala 0.00 - 4.00.
4. Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru
Jalur Pendaftaran: Umumnya mencakup:
Jalur Prestasi/Akademik: Bagi siswa dengan nilai rapor/UN yang tinggi.
Jalur Ujian Mandiri (UM-UNUSA): Tes tertulis (biasanya TPA, Tes Potensi Akademik, dan Tes Bidang Studi) yang diselenggarakan UNUSA.
Jalur SPAN-PTKIN: Seleksi bersama masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (diikuti beberapa PTKIN dan PTS Islam seperti UNUSA).
Jalur UM-PTKIN: Ujian masuk bersama PT Islam (serupa SPAN-PTKIN).
Jalur Hafidz/Hafidzah: Khusus untuk penghafal Al-Qur'an (biasanya ada kuota khusus).
Persyaratan Umum:
Lulus SMA/SMK/MA/Sederajat.
Memenuhi nilai rata-rata yang ditentukan (tergantung jalur).
Surat keterangan sehat (khusus untuk prodi kesehatan).
Pas foto, ijazah/transkrip nilai (legalisir), dll.
5. Sistem Penjaminan Mutu
Akreditasi: Program studi dan institusi diakreditasi oleh BAN-PT. Peringkat akreditasi (Unggul, A, B, C) menjadi indikator kualitas.
Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI): UNUSAmemiliki sistem untuk memastikan mutu: Evaluasi Kurikulum: Rutin dilakukan penyesuaian. Evaluasi Pembelajaran: Melalui kuisioner mahasiswa, evaluasi dosen.
Audit Mutu Internal: Dilakukan oleh unit penjaminan mutu universitas.
Pelaksanaan Standar: Mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan SN-DIKTI.
Tracer Study: Melacak lulusan untuk mengetahui relevansi kurikulum dengan dunia kerja dan kepuasan pengguna lulusan.
6. Layanan Mahasiswa & Fasilitas
Layanan Akademik: Biro Administrasi Akademik (BAA), sistem informasi akademik online (untuk KRS, nilai, jadwal, keuangan).
Layanan Kemahasiswaan: Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimbingan konseling, beasiswa, aktivitas ormawa/UKM, pengembangan softskill).
Perpustakaan: Fisik dan digital (e-journal, e-book).
Laboratorium: Lab praktikum (khususnya untuk prodi kesehatan, sains, teknologi), lab komputer, lab bahasa.
Fasilitas Umum: Ruang kelas ber-AC, masjid/kampus musholla, wifi area, kantin, area parkir, fasilitas olahraga.
Rumah Sakit Pendidikan: Untuk prodi kesehatan (biasanya bekerjasama dengan RS NU atau RS lain di Surabaya).
7. Biaya Pendidikan
Komponen Biaya: Umumnya terdiri dari:
SPP (Sumbangan Pengembangan Pendidikan): Dibayar sekali di awal masuk (bisa dicicil).
SPP Tetap/SPP Variabel: Dibayar per semester (besarnya tergantung program studi dan jenjang).
Biaya Praktikum/Keterampilan: Khusus prodi tertentu (kedokteran, keperawatan, farmasi, dll).
Biaya Registrasi & Kegiatan Mahasiswa.
Kemudahan Pembayaran: Biasanya tersedia cicilan dan beasiswa (Beasiswa Prestasi, Beasiswa Tahfidz, Beasiswa Bidikmisi (KIP Kuliah), Beasiswa dari Yayasan/Lembaga, dll).
8. Karakteristik Khas UNUSA
Penguatan Nilai Aswaja: Integrasi nilai Islam moderat, toleran, dan berbasis kearifan lokal dalam semua aspek akademik dan non-akademik.
Fokus pada Kesehatan: Memiliki fakultas/prodi kesehatan yang kuat (Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Farmasi) dengan fasilitas pendukung.
Keterlibatan dalam Masyarakat: Mendorong mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam pengabdian masyarakat (KKN) yang berbasis pada nilai-nilai sosial-keagamaan.
Lingkungan Kampus Religius: Atmosfer Islami dengan kegiatan keagamaan rutin (pengajian, dll) yang terbuka dan inklusif.
lihat juga blog teman saya : nadiatussholeha
dan jangan lupa ikuti sosial media kita
https://www.facebook.com/unusaofficialfb
https://www.instagram.com/unusa_official/
•youtube
https://www.youtube.com/@unusa_official
•twitter (X)
https://x.com/unusa_official?lang=en
•tiktok
https://www.tiktok.com/@unusa_official?_t=ZS-8zMXH2qhFI8&_r=1

Komentar
Posting Komentar